Menanggapi Pertanyaan Tentang Kehalalan Uang di Bank Syariah



Pada pembahasan sebelumnya tentang uang halal atau haram, telah menimbulkan pertanyaan pembaca. Berikut yang beliau, teman saya di SMA, tulis di kolom komentar FB saat saya membagikan link tulisan di media sosial:


uang disimpang dibank syariah
dipergunakan dg sesuai kebutuhan yg gak melanggar ketentuan syariah, maka uang tu halal
ngoten a bu ustadzah

cm da uneg2 sdikit, menawi angsal kulo utaraken?

berkembangnya bank, ntah tu konvensional to syariah tu adalah dr produk pembiayaan, misal e bank syariah, da produk murabahah, musyarokah, ijaroh dll.
misal e produk murabahah, setau q bank syariah mana pun gk memakai aturan murabahah secara murni syariah, aturan yg sebenarnya, calon nasabah beli motor bank A, bank A beli motor d dieler seniali 10jt, stelah tu bank A jual kembali ke calon nasabah dg harga 15jt, (harga kesepakatan), dg cicilan stiap bulan yg dispakati pula, tp pd kenyataannya berbeda, sekarang rata bank syariah juga membuat tabel angsuran pinjaman, ntah tu pinjaman uang to cicil barang, pa tu bisa disebut halal bu uastadzah?
perputaran bank tu dr uang kita yg berniat nabung, tp uang kita di puter dg sistem yg kluar dr ketentuan syariah, tu hukum nya gimn?

ni beneran tanya q bu ustadzah, mohon dijelaskan

Mohon maaf, karena bahasanya tidak saya edit sama sekali. Maaf berikutnya harus saya sampaikan, mungkin terlalu lama tulisan ini baru muncul. Karena beberapa kesibukan, hari ini saya baru bisa membaca dan mencerna kalimat tersebut. Semoga saya tidak salah paham. Maka kemudian izinkan saya menanggapi.

Pertama, rasanya belum pantas saya mendapat panggilan “ustadzah”. Ruang belajar ini sengaja saya buka sebagai sarana saya sebagai penulis, dan teman-teman pembaca untuk belajar bersama tentang ekonomi syariah. Bukan perkara siapa yang lebih pandai atau paham. Karena hakikat agama adalah nasehat. Maka izinkan saya menunaikan kewajiban sebagai pembelajar untuk menyebarluaskan ilmu yang pernah saya pelajari, untuk kemudian dikoreksi. Barangkali ada pembaca yang lebih paham dan menemukan kesalahan, bisa menegur langsung tulisan ini. Jika kemudian dari tulisan saya bisa menebar kebenaran dan kebaikan, semoga Allah berkahi kita semua.
Kedua, dari paragraf pertanyaan tersebut yang jika didefinisikan, dapat dipecah menjadi beberapa pertanyaan:

1. Bank syariah ini halal atau haram?
2. Terdapat keraguan kehalalan bank syariah, mengenai murabahah. Apakah bank syariah melaksanakan praktik pembiayaan murabahah sesuai dengan prinsip syariah?
3. Bagaimana perputaran yang di bank syariah? Apakah semua proses keuangan di bank syariah sesuai dengan prinsip syariah?

Beberapa pertanyaan tersebut, bisa jadi mewakili pertanyaan banyak muslim lain. Hingga saat ini, indonesia tercatat sebagai salah satu negara di dunia yang mayoritas penduduk memeluk agama islam. Maka seharusnya, tidak heran jika syariat atau huum islam mejadi landasan kuat untuk dilaksanakan di negeri ini. Baik urusan politik, kenegaraan, kebebasan ibadah, termasuk perkara muamalah.

Dalam perkara muamalah inilah, transaksi ekonomi diatur syariat. Maka yang menjadi landasan ekonomi dalam ajaran islam adalah fiqih muamalah. Perkara muamalah tidak hanya mengatur tentang jual beli. Namun juga tentang pinjam meminjam, sewa menyewa, dan sebagainya. Maka wajar ketika di Indonesia berdiri berbagai industri halal yang diawali dengan berdirinya lembaga keuangan berbasis islam. Salah satu pioner keuangan berbasis sistem islam di Indonesia adalah bank syariah.

Namun demikian, fakta bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama islam, ternyata tidak sebanding dengan pertumbuhan aset bank syariah. Pangsa pasar lembaga keuangan islam hanya 5% dari seluruh pangsa pasar tanah air. Mengapa?

Saya berpikir: pertama masih rendahnya kepercayaan masyarakat muslim terhadap bank syariah. Kedua, masih kuatnya keraguan umat islam akan keharaman riba di bank konvensional.
Mungkin terdengat apatis dan frontal. Tapi faktanya demikian. Pertanyaan teman saya dia tas sudah membuktikan, bukan?

Baik, tugas saya selanjutnya adalah menanggapi pertanyaan. Insya Allah, pada tulisan berikutnya kita akan belajar bersama tentang kehalalan bank syariah. Beneran halal nggak, sih?

Sejauh ini, bagaimana menurut teman-teman pembaca? Apakah bank syariah halal, atau sebaliknya? Sebutkan alasannya, dong … biar kita sekalian survey pendapat mayoritas muslim di negeri tercinta ini.

Comments

Popular posts from this blog

Khilafiyah Hukum E Money