Bilang Dilan, Berat Itu Riba!


Kata Dilan, yang berat itu rindu. Benar begitu?


Rindu itu berat, memang benar. Ngga percaya? Ah, ngga usah pura-pura. Aku yakin kamu pernah merasakannya juga, kan?

Beratnya rindu itu ngga bisa ditimbang. Kata semut-semut di kamar saya, memang tak ada timbangan yang sanggup mengukurnya. Rindu itu tak perlu ditimbang.

Tapi bagaimana bisa disebut berat jika tidak berwujud? Lihatlah, orang-orang yang sedang dilanda rindu, tidak bisa berjalan tegak, karena rindu membebani pundaknya. Tidak bisa banyak makan, karena sudah ada rindu di perutnya. Tidak bisa tidur lelap, karena ada rindu sebagai selimutnya. Tidak bisa fokus berpikir, karena ada rindu dalam pikirannya. Lihat, betapa rindu meliputi seluruh tubuh dan hidupnya, rindu ada di mana-mana, pantaslah ia berat.

Tapi sungguh, beratnya rindu itu belum seberapa. Dibanding dengan riba, jauh lebih berat akibat dan dosanya. Riba adalah tambahan yang jelas haram hukumnya. Hampir sama namun berbeda dengan jual beli. Masalahnya, manusia zaman now, sangat “terbiasa” dengan riba sehingga tidak banyak yang menyadarinya sebagai dosa.

Karena riba mirip dengan jual beli, banyak orang menganggapnya hampir atau bahkan sama. karena riba itu tampak logis, banyak orang yang begitu saja menerima. Karena riba menjadi transaksi yang “biasa” berabad lamanya, maka pantaslah banyak orang yang tak mengira besar dosanya.

Padahal dosa riba, membuat Allah melaknat tidak hanya pemakan, tapi juga pencatat, pemberi riba, dan kedua saksinya. “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya dan dua saksinya”, dan Beliau bersabda, “Mereka itu sama.” [HR. Muslim, no. 4177]

Padahal dengan praktek riba, berarti manusia menyatakan perang dengan Allah dan RasulNya. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allâh dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allâh dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. [Al-Baqarah/2: 278-279]

Belum lagi urusan di akhirat, manusia-manusia yang terlibat dengan riba akan dibangkitkan seperti orang yang kerasukan. Hal ini dijelaskan dalam Q. S. Al Baqoroh 275: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Bisa jadi, riba merajalela karena orang-orang yang mempraktekkan riba tidak merasakan bahayanya. Uang yang didepositokan berbunga-bunga, uang yang dipinjamkan jadi berlipat banyaknya, barang jelek yang ditukar menjadi barang baik tanpa ditentukan harganya, semua tampak begitu menguntungkan. Namun sayang, dosa riba lebih dahsyat dari dosa zina. Ya, Rasulullah mengumpamakan dosa riba dalam sebuah hadits: “Dari Abdullah bin Masud RA dari Nabi SAW bersabda,"Riba itu terdiri dari 73 pintu. Pintu yang paling ringan seperti seorang laki-laki menikahi ibunya sendiri. (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim) 

Sebagai masyarakat timur tentu kita dapat memahami maksid “menikahi ibunya”, adalah lebih tinggi tingkatannya dari zina. Perumpamaan seorang lelaki menikahi ibunya, adalah lebih besar dan berat dosanya dari dosa zina. Hadits lain menjelaskan dengan perumpamaan yang senada: “Dari Abdullah bin Hanzhalah ghasilul malaikah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan sadar, jauh lebih dahsyah dari pada 36 wanita pezina. (HR. Ahmad)

Jadi, masih suka menyimpan uang di bank konvensional? Jangan, dosa riba itu berat. Jauhi saja.


#ILoveIB
#OneDayOnePost
#DilanEffect

Comments

  1. Setuju banget kak, berat,tapi tetap aja masih banyak yang melakukannya, walau udah tau bahwa riba itu diharamkan.

    ReplyDelete
  2. Mantaaaab.... Riba memang beraaat banget.

    Bahkan beratnya rindu saja tak sanggup mengalahkan beratnya dosa akibat riba

    ReplyDelete
  3. Saya terus berpikir, gimana caranya 100% perawan dari bank walaupun pake embel2 syariah dan walaupun cuma nabung doang

    Kalo disimpan dirumah, tar malah dimakan rayap. Dan ga bisa transfer duit #kudet

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Khilafiyah Hukum E Money